taharicadatamonitoring.com–Di banyak kota besar, kasus pohon tumbang semakin sering terjadi dan mengancam keselamatan publik, terutama saat musim hujan. Karena itu, pendekatan reaktif sudah tidak lagi memadai, sehingga banyak kota beralih ke Tree Monitor sebagai langkah pencegahan yang lebih cerdas. Dengan memanfaatkan sensor digital, instrumen akustik, dan logger yang memantau kondisi internal pohon, Tree Monitor memberikan data objektif untuk mendeteksi potensi kegagalan struktural jauh sebelum masalah terlihat dari luar.
Mengapa Tree Monitor Menjadi Kebutuhan Penting?

Pohon, terutama yang berada di area publik, bekerja di bawah tekanan mekanis yang kompleks: getaran kendaraan, angin, kelembaban tanah, kondisi akar, bahkan aktivitas mikroorganisme. Kerusakan internal seperti pembusukan, retakan, atau hollowing tidak selalu terlihat dari luar. Ketika kerusakan ini berkembang tanpa terdeteksi, struktur pohon melemah hingga akhirnya tumbang.
Tree Monitor hadir sebagai metode diagnosis yang mampu menembus bagian internal batang tanpa merusaknya. Teknologi yang banyak di gunakan dalam industri kehutanan dan arborikultur modern umumnya mencakup:
- Acoustic Tomography
Gelombang akustik ditembakkan ke dalam batang untuk memetakan densitas kayu. Area yang mengalami decay akan menunjukkan propagasi gelombang yang lebih lambat. Hasil akhirnya berupa citra tomografis yang menunjukkan kondisi internal batang secara visual. - Resistograph / Micro-drilling
Metode ini memanfaatkan jarum bor tipis yang merekam resistensi kayu. Dari grafiknya, profesional dapat melihat perbedaan antara kayu sehat, kayu lapuk, dan rongga. - Root Zone Monitoring
Analisa pada pergerakan tanah, pengeringan akar, hingga perubahan kelembaban yang mempengaruhi stabilitas akar. - Environmental Data Logging
Sensor dan logger merekam kelembaban, suhu, getaran angin, hingga deformasi batang. Data ini dianalisa untuk menilai tingkat stres pohon.
Dengan pendekatan ini, potensi bahaya pohon tumbang dapat dipetakan lebih akurat. Upaya penanganan pun menjadi lebih tepat sasaran: pemangkasan, stabilisasi, ataupun peremajaan.
Baca Artikel Lainnya: Akar Pohon sebagai Kunci Kesehatan Tanaman yang Perlu Dipahami
Manfaat Tree Monitor untuk Manajemen Risiko

Implementasi Tree Monitoring memberikan manfaat yang sangat signifikan, terutama pada lokasi padat aktivitas publik seperti taman kota, jalan raya, kawasan wisata alam, hingga area industri.
1. Deteksi Dini Kerusakan Internal
Kerusakan yang tidak terlihat seperti pembusukan inti, patahan lamina, atau rongga besar dapat menjadi ancaman laten. Monitoring membantu mengidentifikasi area kritis ini secara presisi.
2. Meningkatkan Akurasi Keputusan Penanganan
Tanpa data objektif, pemangkasan atau penebangan pohon sering bersifat spekulatif. Dengan Tree Monitor, setiap tindakan didasarkan pada analisa struktural.
3. Efisiensi Biaya Jangka Panjang
Menebang semua pohon “yang terlihat tua” adalah tindakan boros dan tidak ramah lingkungan. Monitoring memastikan hanya pohon berisiko yang ditangani.
4. Mengurangi Insiden Pohon Tumbang
Data getaran, deformasi, dan densitas kayu mampu memperkirakan kegagalan struktural jauh sebelum terjadi. Hal ini menurunkan risiko kecelakaan pada pejalan kaki, kendaraan, dan fasilitas publik.
5. Pengelolaan Kawasan Hijau yang Lebih Berkelanjutan
Monitoring jangka panjang membantu menentukan pola pertumbuhan, kondisi kesehatan, hingga adaptasi pohon terhadap perubahan iklim.
Mengapa Tree Monitor Relevan dengan Kota Modern?
Tantangan ruang hijau saat ini bukan hanya mempertahankan jumlah pohon, tetapi memastikan pohon tersebut aman, sehat, dan terintegrasi dengan kebutuhan urban. Pohon yang tidak dipantau dapat menjadi ancaman ketika cuaca ekstrem meningkat.
Kota-kota maju menggunakan Tree Monitoring sebagai bagian dari Urban Forest Management System, yang biasanya terintegrasi dengan:
- GIS mapping
- Sistem peringatan dini cuaca
- Standar pemeriksaan arboris berlisensi
- Data logger yang terhubung ke cloud
Dengan pendekatan ini, pengelola kota dapat memetakan pohon berisiko tinggi, melakukan inspeksi terjadwal, sampai mengevaluasi perubahan kondisi pohon sepanjang tahun.
Rekomendasi Tree Monitor Terbaik!
ArborSonic 3D

ArborSonic 3D adalah alat tomografi akustik non-destruktif yang di gunakan untuk menilai kondisi internal batang pohon. Dengan memasang sensor mengelilingi batang dan memicu gelombang suara menggunakan palu khusus, perangkat ini mengukur waktu tempuh gelombang antarsensor hingga tingkat mikrodetik. Data tersebut kemudian di olah menjadi visualisasi 2D maupun model 3D yang membantu mengidentifikasi area kayu yang membusuk, berlubang, atau melemah tanpa harus merusak pohon.
Spesifikasi utamanya:
- Measured time precision : ± 2 microseconds
- Sensor : Low noise SD02 piezo sensor
- Number of sensors : Variable from 8 up to 32
- Amplifier box size : 127 x 58 x 25 mm
- Power consumption : 240 mW
- Power supply Standard (rechargeable) : 9V block battery
- Continuous operation time* : Approximately 2 hours
- Carrying case : Peli Case 1500EU
- Total weight** : 6 kg
- PC connection : RS232 over cable or Bluetooth
- Data transmission time per sensor tap : Below one sec
- Total measurement time of one tree : 20 minutes
- Operating temperature range : 0-40 °C
DynaRoot Testing System

DynaRoot adalah sistem pengujian stabilitas pohon yang mengukur respons batang dan akar terhadap beban angin. Dengan menggabungkan data dari anemometer dan dual-axis inclinometer yang dipasang di pangkal batang, alat ini mendeteksi perubahan kemiringan saat pohon tertiup angin. Seluruh data dianalisis oleh perangkat lunak untuk menghasilkan safety factor, yaitu indikator seberapa aman dan stabil suatu pohon terhadap risiko tumbang, terutama di area dengan kondisi angin atau tanah yang tidak stabil.
Spesifikasi utamanya:
| Komponen / Parameter | Spesifikasi / Detail |
|---|---|
| Anemometer | Sampling rate: 1 Hz |
| Rentang pengukuran: 0–150 km/jam | |
| Akurasi: ± 0,2 km/jam | |
| GPS terintegrasi: G-STAR IV BU-353-S4 | |
| Kapasitas maksimal SD card: 8 GB | |
| Ketahanan cuaca: IP65 | |
| Dual-Axis Inclinometer | Rentang pengukuran: ± 2° |
| Resolusi: 0,001° | |
| Sampling rate: 10 Hz | |
| GPS terintegrasi: G-STAR IV BU-353-S4 | |
| Kapasitas maksimal SD card: 8 GB | |
| Ketahanan cuaca: IP65 | |
| Tegangan & arus operasi: 12 V, 20 mA | |
| Komponen Pendukung | Menara anemometer, tiang aluminium modular, kabel sensor, kotak instrumen, SD card, perangkat lunak evaluasi, base plate, ball head, bracket pemasangan, casing aluminium |
| Metode Pengujian | Dynamic wind loading test menggunakan hembusan angin aktual |
| Output Analisis | Data angin + kemiringan batang menghasilkan nilai Safety Factor dan evaluasi stabilitas pohon |
Informasi lebih lanjut? Hubungi:
almas@taharica.com





